Class OOP PHP

By Adhi P. - Last updated: Sunday, August 10, 2008 - Save & Share - Comments

banner438kursus Class OOP PHP

Penjelasan gamblang Class PHP dan bedanya dengan Object PHP yang akan kamu temuin dalam tutorial ini akan membuat kamu paham betul apa itu class dan object. Kedua istilah itulah yang menjadi pondasi dasar bagi Object Oriented Programming (OOP) dalam PHP.
Kita mulai dengan apa itu object PHP. Object dalam PHP atau OOP dapat digambarkan sebagai realisasi nyata dari class. Inget ya, object adalah realisasi dari class.
Kita coba balik lagi ke contoh pada tutorial sebelumnya. Kita akan membangun sebuah rumah yang tersusun dari berbagai object. Ada semen, batu bata, keramik, genteng, pintu, jendela dan sebagainya. Sekarang kita fokus ke jendela rumah kita ya.
Bayangkan jendela ruang tamu rumah kita itu ukurannya 1,5 m x 1,5 m terbuat dari kayu jati yang tahan lama dan penuh dengan ukiran yang indah. Tentu saja dilengkapi kaca kitam yang akan menahan sebagian panas matahari yang mencoba menerobos ke dalam rumah kita.
Jendela kamar memiliki ukuran yang lebih kecil yaitu 0,5 m x 1,5 m. Terbuat dari kayu jati juga tapi tanpa ukiran dengan kaca polos biasa.
Jendela dapur, karena keterbatasan biaya dibuat sangat kecil yaitu 0,5 m x 1 m dan hanya terbuat dari kayu mahoni. Tentu saja tanpa ukiran.
Nah, jendela ruang tamu, jendela kamar dan kendela dapur itu adalah object dalam konsep OOP.
Classnya, adalah jendela. Sebuah kelas hanya mendefinisikan apa itu jendela dan bagaimana sifat-sifatnya.
Class jendela dalam contoh ini tentu saja akan memiliki beberapa parameter yaitu berapa ukurannya, terbuat dari kayu apa, berukir atau tidak serta jenis kaca yang digunakan.
Ya..ya, saya ngerti, ini belum terlalu jelas. Mungkin timbul pertanyaan tentang bagaimana kalau kita udah bikin class PHP yang didefinisikan seperti tadi, terus muncul lagi kebutuhan baru dalam class PHP jendela kita itu. Misalnya?
Misalnya kita ternyat perlu membuat definisi baru mengenai arah membuka jendelanya. Apakah ke samping, ka atas atau ke bawah.
Nah, hal-hal seperti itu nanti akan bisa dilakukan dengan menggunakan sifat-sifat class yang udah pernah kita sebutkan sebelumnya (itu tuh yang polymorphism, inheritance, dll). Ini akan kita bahas lagi nanti. Don’t worry.
Ingat, class PHP selalu dapat dikembangkan.
Jadi, dari tutorial ini kamu udah mulai dapat gambaran yang mudah-mudahan cukup jelas tentang class dan object pada PHP.
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
Pada prakteknya nanti, kamu akan berburu class PHP di internet, mempelajari sifat-sifatnya dan menjadikannya object PHP sesuai kebutuhan dalam program PHP kamu.
Gitu.

Untuk memperjelas, kamu bisa baca juga tutorial tentang perbedaan Class/object PHP dengan fungsi PHP atau konsep abstrak OOP PHP dulu.

Dah dulu ya, sampai ketemu di tutorial OOP PHP berikutnya yang akan membahas tentang sifat-sifat class PHP.

About the author

 Class OOP PHP Adhi Prasetio mulai menggeluti pembuatan website sejak tahun 2001. Di samping kesibukannya sebagai pengajar dan pembicara dengan topik e-commerce, penulis juga telah bertahun-tahun aktif menulis di internet. Sebagian besar tulisannya ditujukan untuk berbagi pengalaman dan membantu para pemula dalam mempelajari cara membuat website dan internet marketing. Penulis yang juga dikenal sebagai Prothelord, merupakan pengelola sekaligus kontributor utama websitehttp://prothelon.com yang merupakan salah satu website populer untuk belajar membuat website. Buku yang sudah diterbitkan antara lain Cara Mudah Membuat Desain web untuk Pemula, Tip & Trik Menjadi Master PHP, Buku Pintar Pemrograman Web dan Smart Guide Jualan Online. Anda bisa melihat profilnya di Google+

Posted in OOP PHP • Tags: , Top Of Page